Hero section image background

Pelatihan Manajerial dan Sosial Kultural Resmi Jadi Program Prioritas di Tahun 2025

Kamis, 4 September 2025

Artikel

1,6 rb

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Pelatihan Manajerial dan Sosial Kultural Resmi Jadi Program Prioritas di Tahun 2025

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Umum (PKTU), Asep Riyanto, mengumumkan bahwa Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat menegaskan komitmennya dalam penguatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menetapkan Pelatihan Manajerial dan Sosial Kultural (Mansoskul) sebagai salah satu program strategis dan prioritas di tahun 2025. Penetapan ini berdasarkan hasil Rapat Pimpinan di BPSDM Jawa Barat, dipimpin langsung oleh Kepala BPSDM, Ika Mardiah , di akhir Agustus 2025.

Menurut Asep Riyanto, Pelatihan Mansoskul akan menjadi fokus utama pada Semester II tahun 2025 di bidangnya, setelah melalui proses perencanaan matang termasuk proses penyusunan Peraturan Gubernur yang menyertainya. Program ini tidak hanya menekankan pada penguatan delapan kompetensi manajerial ASN sebagaimana diatur dalam PermenPANRB Nomor 38 Tahun 2017, yaitu kompetensi integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, hingga pengambilan Keputusan, tetapi juga mengutamakan kompetensi sosial kultural sebagai modal kuat perekat bangsa. Dari sisi pendanaan, program ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp51.480.000,- yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Penanggung jawab kegiatan adalah Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis Umum, yang akan memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai sasaran

Ketua Tim kegiatan, Devy Irawati, menambahkan bahwa sejak Semester I tahun 2025 pihaknya bersama anggota tim telah bekerja intensif menyiapkan berbagai perangkat teknis pelatihan, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga instrumen evaluasi. “Pelatihan ini dirancang agar ASN tidak hanya cakap dalam aspek manajerial, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kearifan budaya lokal dalam praktik kerja sehari-hari,” jelas Devy.

Pelatihan Mansoskul dirancang untuk dapat memperkuat pemahaman ASN tentang budaya Jawa Barat, termasuk internalisasi nilai luhur budaya Sunda, Betawi, serta Cirebon-Dermayu. Nilai-nilai tersebut dipandang strategis untuk mewujudkan pelayanan publik yang unggul, humanis, serta dekat dengan masyarakat. ASN diharapkan mampu mengintegrasikan semangat gotong royong, penghormatan pada keberagaman, dan tata krama budaya lokal dalam setiap layanan yang diberikan.

“Ini menjadi kebijakan dan investasi strategis dalam menyiapkan ASN Jawa Barat sebagai talenta unggul yang profesional, adaptif, dan inklusif. Dengan kombinasi kompetensi manajerial dan sosial kultural, ASN akan lebih siap menghadapi dinamika pemerintahan modern namun dilatih tetap dapat membumi pada akar budaya leluhur,” pungkas Asep Riyanto.*****MD

Penulis: Mia Damayanti