Diklat Manajemen Konflik Angkatan I Bagi JPT Kabupaten dan Kota Se Jabar di mulai

Penulis : Administrator


Tanggal Posting : 23 Oktober 2019 08:36 | Dibaca : 77


Asisten Daerah Administrasi Dudi Sudrajat Abdurachim membuka Diklat Manajemen Konflik dengan Tema “The Leader Of The Winner” Angkatan I Bagi Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Ballroom BPSDM Provinsi Jawa Barat. (22/10)

Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan Pengetahuan dan keterampilan bagi JPT pemerintah daerah kabupaten/kota dalam penanganan konflik, meningkatkan kemampuan teknik strategi dan seni dalam mengelola konflik, meningkatkan kemampuan lobi dan negoisasi dalam penanganan konflik serta meningkatkan kemampuan pengelolaan pers dalam situasi konflik. Diklat akan dilaksanakan dari tanggal 22 s.d 25 Oktober 2019, peserta diklat sebanyak 30 orang terdiri dari 27b orang Sekretaris Daerah 27 Kabupaten/Kota dan 3 Orang Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Barat, Ujar Solihin.

Peran serta sebagai pemimpin birokrasi sangatlah krusial dalam menangani dan mengolah konflik da menjaikan konflik sebagai sebuah seni dalam kepemimpinan, karena pejabat pimpinan tinggi pratama sekretaris daerah dan asisten pemerintahan dan kesra sebagai pemimpin strategis, harus mempunyai kemampuan dan pengetahuan dalam mengelola konflik baik konflik vertikal, konflik horizontal maupun konflik lini staf.

The Leader Of the Winner bagi JPT di Provinsi Jawa Barat adalah sesuai dengan Visi Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 yaitu “ Terwujudnya Jawa Barat Juara Lahir Bathin dengan Inovasi dan Kolaborasi”. (Nilai Religius,  Nilai Bahagia, Nilai Adil, Nilai Kolaboratif dan Nilai Inovatif) yang dijabarkan kedalam 5 misi pembangunan dan 9 misi unggulan, yang didalamnya menyangkut kata Juara “The Winner” pada setiap bidang dan sektor baik yang ada kaitannya dengan aspek tata kelola pemerintahan maupun yang ada kaitannya dengan aspek kehidupan dimasyarakat. Dengan lahirnya visi dan misi Jawa Barat tersebut, diharapkan akan lahir juara-juara pada setiap aspek, yang mana hal ini tidak lepas dari dukungan dan dorongan juga prestasi pemerintah dan masyarakat kabupaten/kota sebagai ujung tombak terlaksananya visi dan misi tersebut, tanpa itu semua apalah arti semua ini, Ujar Dudi.

Dudi menegaskan percepatan pembangunan suatu daerah perlu didukung oleh berbagai pihak. Dalam bingkai “Dynamic Government” atau birokrasi Dinamis 3.0, Penthalix menjadi suatu konsep kolaborasi yang tepat untuk mengikat semua pihak agar terlibat dalam pembangunan. Pentahelix yang melibatkan Akademisi, Bisnis, Comunity, Government, Media atau seringkali disingkat ABCGM, merajut kebersamaan untuk merancang langkah-langkah terobosan dalam megatasi keterbatasan yang dimiliki para pelaku pembangunan khususnya pemerintah daerah.(A.B)

VISI :
"Menjadi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Berstandar Internasional Menuju Aparatur Berkelas Dunia"

LINK TERKAIT